CONTOH Berita Acara Serah Terima Tanah Hak Pakai yang benar dan tepat

 

BERITA ACARA

SERAH TERIMA TANAH

 

Pada hari ini Kamis tanggal Sebelas Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua, bertempat di Pendopo Pastoran Paroki Kristus Raja Semesta Alam (KRSA), Stasi Watobuku, Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur, telah dilaksanakan Rapat SERAH TERIMA Tanah Adat Milik Masyarakat Adat Tabana kepada Pihak Gereja Katholik Keuskupan Larantuka/Paroki KRSA Watobuku. Rapat dihadiri oleh Camat Wulanggitang, Kepala Desa Waiula, Ketua BPD Waiula, Pengurus DPP Paroki KRSA, Ketua Lembaga Adat Desa Waiula, Tokoh Adat Lewo Kote, Tuan Tanah Tabana bersama Unsur Suku Lema Tabana, Para Suster Tarekat SMI, Pengurus Stasi se-Paroki KRSA Watobuku serta undangan sebagaimana pada daftar hadir (Terlampir), sepakat melalui kami masing-masing pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

1.     Nama               : STEFANUS PLETA HUWU

Umur               : 38 Tahun

Pekerjaan        : TANI

Jabatan                        : Ketua Dewan Adat

Alamat                        : Dusun Tabana, Desa Waiula

Untuk selanjutnya mengatasnamai Komunitas Masyarakat Adat Tabana

Yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (I)

=======================DAN=========================

2.     Nama               : P. Laurentius Useng Sogen, SVD

Umur               : 61 Tahun

Pekerjaan        : Pastor

Jabatan                        : Pastor Paroki

Alamat                        : Dusun III Watobuku, Desa Waiula

Untuk selanjutnya mengatasnamai Gereja Katholik Keuskupan Larantuka/ Paroki KRSA Watobuku.

Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (II)

Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat untuk mengadakan serah terima sebidang tanah yang adalah hak kepemilikan Pihak Pertama seluas ........M2 (Meter Persegi) yang terletak di Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur yang bernama Tanah Tapo Kote dengan batas-batas sebagai berikut:

 

Sebelah Utara             : Mama Haka Kwure/Aloysius Ratu Tobi

Sebelah Selatan          : Jalan Raya Trans Wutun Nobo

Sebelah Barat             : Yosep Uran, II

Sebelah Timur           : Paulus Watan Tobi

 

 Kedua Belah Pihak telah menyetujui Surat Pernyataan Pemberian Hak Pakai Atas Tanah Adat Tapo Kote dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

 

Pasal 1

Tanah Tapo Kote merupakan Tanah Adat dari Pihak Pertama.

 

Pasal 2

Pihak Pertama telah menyetujui untuk melepaskan hak atas tanah adat atas dasar saling percaya kepada Pihak Kedua dengan tidak menuntut imbalan apapun sepanjang tanah tersebut dipergunakan sesuai dengan peruntukannya.

             

Pasal 3

Penyerahan tanah sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 tersebut dalam bentuk pemberian Hak Pakai dalam batas waktu yang tidak ditentukan sepanjang sesuai dengan perutukannya.

 

Pasal 4

Penyerahan tanah Adat sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 peruntukannya hanya untuk kepentingan pendirian rumah Biara Tarekat Suster Maria Immaculata (SMI).

 

Pasal 5

Peruntukan Tanah Adat sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 dapat dialihkan pemanfaatannya hanya kepada komunitas Biara Suster yang baru, setelah mendapat rekomendasi dari Pihak Kedua dengan sepengetahuan Pihak Pertama.

 

Pasal 6

Ketika komunitas Biara meninggalkan Tanah Adat/ berakhir masa pengabdiannya, maka lokasi tersebut beserta bangunan dan semua fasilitas yang ada di atasnya diserahkan kembali oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama tanpa syarat.

 

Pasal 7

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 bahwa Tarekat pengganti dapat melanjutkan pemanfaatan semua fasilitas di biara sebelumnya paling lambat 3 (Tiga) tahun setelah biara sebelumnya mengakhiri masa pengabdiannya.

 

Pasal 8

Semua perawatan atas fasilitas yang ditinggalkan oleh biara sebelumnya sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 sepanjang belum ada penggantinya selama waktu yang ditentukan akan menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

 

Pasal 9

Pihak Kedua tidak dibenarkan menjadikan Tanah Adat ini sebagai obyek gadai/agunan untuk mendapatkan keuntungan tanpa sepengetahuan Pihak Pertama, ataupun sebaliknya.

 

Pasal 10

Pihak Pertama dapat menuntut Pihak Kedua ataupun pihak lain selain dalam kesepakatan ini baik secara perdata maupun pidana yang menyalahgunakan tanah Adat tidak sesuai peruntukannya dan atau memanfaatkannya untuk kepentingan yang melanggar norma dan melawan hukum.

 

Pasal 11

Demikian Surat Pernyataan Hak Pakai Atas Tanah Adat ini dibuat rangkap 3 (Tiga) dengan materai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, atas dasar musyawarah mufakat tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.

 

 

                                                                                 Dibuat di        : Watobuku

                                                                                 Pada Tanggal : Tersebut di atas

 

      Yang Menerima Pelepasan Tanah Adat               Yang Memberikan Hak Atas Tanah Adat

           PIHAK KEDUA                                                       PIHAK PERTAMA

 

 

 

P. LAURENTIUS USENG SOGEN, SVD                             STEFANUS PLETA HUWU    

     (Pastor Paroki KRSA)                                           (Ketua Dewan Adat Tabana)                

 

SAKSI-SAKSI:

1.     Lambertus Lamen Tapun                              : ………………

2.     Wilhelmus Wuring Tapun                              :                       …………………....

3.     Yustinus Aran                                    : ………………..

4.     Aloysius Tao Boruk                                       :                       …………………….

5.     Geradus Gledu Liwu                         : …………………

6.     Lambertus Duli Werang                                :                       ……………………

7.     Dominikus Opong Hodo                                : …………………

 

Mengetahui

               Camat Wulanggitang                                      Kepala Desa Waiula

 

 

Drs. Fredy M. Moat Aeng

NIP: 196808231989031006

Linus Siprin Aran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFLEKSI TEMA APP KEUSKUPAN LARANTUKA TAHUN 2022, OMK PAROKI WATOBUKU GELAR PROSESI SALIB

Contoh Makalah Terstruktur CAlon Anggota KPUD Kabupaten/Kota